Hubungan bilateral
Jerman dan Indonesia
Sejarah hubungan Jerman – Indonesia
Hubungan Jerman dengan Indonesia merupakan hubungan persahabatan Jerman terlama dengan negara di luar Eropa. Sejak tahun 1506 Balthasar Sprenger dari Kamar Dagang Welser di Augsburg merupakan orang Jerman pertama yang mengunjungi negara kepulauan di Samudra Hindia. Kemudian disusul oleh banyak dokter, petualang, ilmuwan, pedagang, misionaris, penulis dan seniman yang kemudian menetap di Indonesia.
Lebih lanjut
Pertengahan bulan Desember, Bapak Dubes Dr. Baas bersama-sama dengan Direktur Regional Badan Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ) untuk Indonesia dan Timor Leste, Ulrich Mohr berkunjung ke Kalimantan Timur.
Kunjungan ke Kalimantan Timur
Pada tanggal 30 November hingga 2 Desember 2011 atas undangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Federal Jerman Christian Wulff berkunjung ke Indonesia. Selain melakukan pembicaraan politik dengan Presiden Yudhoyono dan Ketua MPR RI Taufik Kiemas, Presiden Wulff juga melakukan tukar informasi dengan wakil-wakil kelompok agama dan mayarakat sipil, serta wakil-wakil perusahaan Jerman maupun Indonesia. Salah satu acara penting Presiden Wulff di Indonesia adalah memberi ceramah terbuka di Universitas Indonesia yang diikuti dengan tanya jawab dan diskusi dengan para mahasiswa dan dosen Universitas Indonesia .
Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Christian Wulff
Dengan sebuah resepsi besar di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski pada tanggal 13 Oktober 2011 lebih dari 850 tamu undangan bersama-sama dengan Duta Besar Jerman Dr. Norbert Baas beserta isterinya Dr. Annabel von Arnim-Baas merayakan Hari Penyatuan Jerman di Jakarta.
Hari Penyatuan Jerman 2011
Hari Penyatuan Jerman 2011
Hari Penyatuan Jerman 2011
Hari Penyatuan Jerman 2011
Hari Penyatuan Jerman 2011